»
S
I
D
E
B
A
R
«
365shots Project
Feb 2nd, 2010 by Miranti

Berawal dari teman kantor Mas Ardy yang cerita soal project 365shots, lalu melihat foto-foto Pitra akhirnya sayapun tertarik mencoba ikutan project 365shots. Rumah untuk 365shots saya adalah http://www.dailyshots.posterous.com dan buat yang ikutan, bisa saling share foto & blognya di twitter dengan hashtag #365shots. Kedengarannya sih tugasnya simpel : post 1 photo setiap hari selama 365 hari. Tapi kenyataannya gak semudah itu juga lho. Ternyata post foto tiap haripun (bahkan untuk amatir seperti saya) perlu observasi & ibarat sholat, perlu disiplin :D .

Kenapa observasi?
Contohnya kemarin pagi. Tiap hal jadi saya perhatikan karena mikir ‘ini kayanya menarik nih buat di foto’. Mulai dari air hujan di kaca mobil

IMG_0360

sampai merhatiin orang-orang yang berteduh di pinggir jalan

IMG_0372

But at the end, yang saya putuskan untuk dipost adalah yang hari itu rasanya paling menarik buat saya, atau kejadian yang enggak terjadi setiap hari.

08.01

08/01. Today is about one of my favorite writer, Malcolm Gladwell. I’m in the middle of reading his latest book ‘What the Dog Saw’ these few days and today I came into this twitter conversation about ‘Is the Tipping Point Toast‘ which (in brief) saying that Malcolm’s theory about finding the mavens (influencers) to create hype was wrong. Interesting.
Taken with Canon Ixus 70 for #365shots

Kenapa disiplin?
Foto pertama sampai ketiga, saya post selalu diatas jam 9 malam, ada juga yang jam 12 kurang – mepet banget deh.
Hari pertama karena baru memutuskan ikutan,baru bisa bikin blog malam lalu post foto yang diambil dari handphone.
Hari kedua baru lihat hal yang menarik malam di kantor ditambah jalanan macet karena habis hujan deras.
Hari ketiga karena pulang kantor baru jam 8, ngeluyur dulu cari makan dan akhirnya post selagi makan malam.

Intinya gimana caranya supaya mission accomplished, karena kalau buat saya lewat sehari rasanya albumnya jadi bolong dan kurang oke kalau baru post sehari setelahnya.

Tapi 365shots ini ternyata bikin saya jadi addict juga
Karena menyenangkan lho!

Moga-moga nanti disaat pekerjaan menggila atau thru my good and bad days, saya tetap bisa konsisten posting 365shots. By 2011, I believe it’ll be really nice seeing those pictures :)

Main main di http://www.dailyshots.posterous.com ya

  • Share/Bookmark
101 Digital Marketing : Apa itu Digital Marketing?
Dec 30th, 2009 by Miranti

internet-marketing

Istilah digital marketing menjadi istilah yang sering disebutkan di tahun 2009 ini. Banyak yang juga menyebutnya dengan online/ internet marketing atau menghubungkannya dengan social media marketing.

Tapi apa sebenarnya pengertian dari digital marketing?

Dari wikipedia, kita bisa mengurai definisi digital marketing sebagai cara untuk mempromosikan produk atau jasa menggunakan channel digital untuk menyampaikan pesan pada konsumen dalam timely, relevant, personal dan cost-effective manner. Digital marketing memiliki banyak tehnik dan pelaksanaan yang di dalamnya termasuk ke dalam kategori internet marketing. Namun digital marketing lebih luas dari sekedar online saja karena juga menggunakan channel dimana seseorang tidak harus memiliki koneksi internet seperti mobile phones, sms/mms dan digital outdoor .

Istilah digital marketing banyak merujuk pada banner advertising, website ataupun social media marketing. Namun sebenarnya itu hanya sebagian dari digital marketing. Bagaimana dengan voice broadcast, podcasting, SMS atau mobile? apa juga termasuk digital marketing?

Untuk memahami apa itu digital marketing, mari kita mulai dengan melihat dari apa saja yang tidak termasuk digital marketing. ATL (above the line) seperti radio, TV, traditional billborad, print tidak termasuk digital marketing. Media ini menyasar mass audience dan tidak menawarkan instant feedback atau report. Tentu saja penonton bisa memberikan respon dari call to action sebuah TVC melalui internet, tapi tidak ada cara untuk benar-benar menghitung berapa banyak yang benar-benar melihat TVC tersebut. Dari sisi BTL (below the line) dulu digital sempat masuk grey area dianggap bagian dari below the line. Namun dalam perkembangannya below the line lebih erat dengan event dan digital marketing menjadi area tersendiri.

Yang termasuk digital marketing adalah online marketing (website, microsite, banner ad, social media marketing, search marketing etc) dan juga penggunaan channel digital yang tidak melibatkan internet (SMS, MMS, digital outdoor etc).

email-marketing

At its heart, digital berpusat pada internet, yang menjadi communication vehicle dan media yang sangat powerful. Karena digital, reporting engine dapat digunakan untuk melihat efektivitas campaign yang memungkinkan marketer melihat secara real-time performance campaign seperti berapa banyak view, seberapa sering, seberapa lama dan juga respon lainnya seperti rates bahkan acquisition.

Tidak semua digital marketing memberikan tipe reporting yang sama. Misalnya perhitungan banner ad biasanya adalah click through rate (CTR) atau  interaction rate. Sementara email menggunakan % of email sent, % of email delivered, bounce rate, open rate, clickthrough on offer. Dan digital marketing terus berkembang setiap saat dan teknologi baru diciptakan setiap waktu. Oleh karena itu perhitungan reporting juga terus berkembang.

Karena beragamnya channel digital marketing, spesialisasi marketer juga dibutuhkan. Social media specialist, email marketing specialist, Search Engine Optimization specialist and the list continues. Anggapan bahwa digital marketing jauh lebih murah daripada traditional media sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Jika ingin menerapkan integrated digital marketing, best practice  dan refine strategy based on result, investasi para spesialis ini dibutuhkan. Ambil contoh social media marketing. Profesi-profesi baru muncul seperti social media manager, social media strategist ataupun perusahaan yang menawarkan jasa social media listening  & measuring seperti radian6.

Komentar menarik saya kutip dari Jason Baer :

Fortunately, the misguided notion that social media and conversation marketing are inexpensive is fading away.The expense is simply shifted from media and production to personnel. In 2010 we’ll see the emergence of best practices aroundreal-time Web staffing. What types of employees are needed? Do you need round-the-clock monitoring? What’s the role of the agency, in comparison to the brand? All of these questions are being answered by brands via trial and error today.

So are we ready for the best practice of digital marketing in 2010?

  • Share/Bookmark
Digital Marketing?? Social Media Marketing???
Dec 29th, 2009 by Miranti

948294_question_mark

Tahun 2009 sepertinya menjadi tahun boomingnya digital & social media marketing. Twitter dan Facebook menjadi 2 social media populer yang seolah harus ada di setiap integrated marketing plan campaign suatu brand. Pertanyaan ‘terus di digital & social medianya ngapain?’ menjadi pertanyaan wajib yang muncul saat meeting. Perbedaan signifikan jika meeting ini dilakukan di tahun 2008.

Di penghujung 2009 ini, mulai banyak prediksi-prediksi mengenai apa yang akan terjadi di tahun 2010. Dari beberapa prediksi, ada pernyataan yang menarik datang dari Olivier Blanchard

As companies begin to realize that business objective drive strategy, the tools and tactics (not the other way around), 2009’s focus on “getting on Facebook and Twitter and YouTube” will become last year tittle “we were all just learning how to crawl” inside joke. In 2010 is the year that we should start to see companies getting serious about their investment in social media, get savvy about how to integrate and deploy social technologies and move away from ’shiny object syndrome’ to a more appropriate ‘business process and best practices’ approach to the space

Komentar Olivier diatas adalah spesifik mengenai social media. Tapi membuat saya berpikir lebih ke luas  lagi. Oke itu sudah di tahap social media. Bagaimana dengan penerapan bentuk-bentuk digital marketing yang biasa dilakukan sebelum social media booming? Berapa banyak ya yang sudah benar-benar menerapkan best practice dari sebuah banner advertising? Apa sudah pernah melakukan A/B testing berdasarkan result dan benar-benar mengukur ROI? atau misalnya menerapkan best practice dari email marketing?

Nah pertanyaannya, apa kita sudah memahaminya dengan benar?
Berangkat dari pemikiran itu, saya jadi tertarik untuk membuat posting-posting mendasar mengenai apa itu digital marketing dan bentuk-bentuk digital marketing beserta best practice-nya.

Posting ini akan menjadi posting pertama dibawah Tag & kategori 101 Digital Marketing yang akan coba saya teruskan secara rutin – kali saja bisa menjadi bahan diskusi dan perbaikan – karena sayapun masih terus belajar :)

  • Share/Bookmark
Why I Heart Beach
Dec 18th, 2009 by Miranti

03

01

07

  • Share/Bookmark
Karya2 Citra Pariwara 2009
Nov 21st, 2009 by Miranti

Kemarin sempet mampir ke CP 2009, dari kantor sendiri sih gak ada yang di- submit tapi keburu dibeliin tiket sama kantor sebelah :p.
Dari kategori Digital ternyata finalisnya sedikit sekali. Entah minim yang daftar atau memang belum banyak yang berkualitas menurut para juri. Ada beberapa kategori dibawah Pariwara Digital : Iklan digital (Online ad), Viral, Kampanye Interaktif. Finalisnya cuma satu atau dua – bandingkan dengan print ad yang bisa lima sampai delapan finalis. Bahkan dua kategori digital tidak ada pemenangnya.

Dari Daun Muda & BG Award ada karya -karya menarik.
Untuk Daun Muda, briefnya singkatnya adalah untuk menghidupkan karakter di dunia maya yang menarik dan menyenangkan, mempesona banyak orang. Setiap tim diberi data fiktif berupa nama, jenis kelamin dan tanggal lahir. Campaignya dimulai di belasan Oktober dan hanya berjalan kurang lebih satu bulan.

Dewi Stroberi
Karakter ciptaan tim dari BBDO memang sempet jadi omongan. Dari sisi buzz-nya dapet terutama di kalangan mereka yang aktif di dunia digital.  Ceritanya ada cewek dari desa yang ke kota dengan cita-cita pengen jadi selebriti dan maniak stroberi. Di kaskus cukup ramai. Twitter followersnya diatas 400, blog 16,716 dan video YouTube yang di post dibawah ini 1,987 views . Mereka berhasil masuk finalis.

Andri Perdana Ilham

Denger pertama soal blog ini dari temen kantor. Kalau yang ini user engagementnya yang menang. Mirip sama idenya Joko Anwar naked di  Circle K, tapi yang ini user bisa submit tantangan apa saja dan akan dilakukan oleh karakter rekaan ini. Dari segi angka sih, blog dan twitternya jauh diatas Dewi Stroberi -  Blognya 66,167, twitter 785 followers.
CP3

Jhonny Bintang Siregar
Inilah pemenang Daun Muda dari Saatchi dengan konsepnya Get Up and Stand Up with Jhonny Bintang Siregar. Memang beda sama entry yang lain, karakter mereka terjemahkan menjadi tiga karakter animasi bernama Jhonny, Bintang dan Siregar. Tiga karakter berbentuk pom2 warna hijau,ungu dan oranye ini akan menyanyikan lagu untuk menyemangati mereka yang sedang down atau sedih. Dan disana, ada personalisasi. Foto & nama pengirim akan masuk ke video. Kreatif dapet, engagement dapet. Mumpung blognya masih nyala, bisa dicek disini.

CP2

Ada karakter lain yang dapet note dari para juri tapi tidak masuk finalis karena ending karakter dibuat meninggal dan ujungnya mengundang simpati audience di dunia maya.Memang kemarin ini sempat banyak pembahasan yang muncul dari mereka di dunia maya yang merasa tertipu dengan karakter semacam ini. Di kompasiana cukup ramai dengan tokoh yang dikisahkan terkena kanker bernama Puri. Nah kalau yang ini namanya Dayasakti Rahmanto Boer. Karakter diciptakan dengan mini seri biografi Sakti yang dikisahkan memiliki alat kelamin besar. Pas pertama nonton, I feel like watching real documenter. Complete mini- seri video bisa dicek disini.

Untuk BG Award tahun ini pemenangnya kalau gak salah ada yang dari komunikasi UI (not so sure siapa juara pertamanya)
Tapi ada satu karya yang menarik – campaign Aku Sayang Ayah.  Simpel tapi kena. Campaign yang dikasih nama Sayang Ayah Challenge bisa dilihat di video dibawah ini.

  • Share/Bookmark
Michael Jackson – The Outlier
Nov 11th, 2009 by Miranti

Abis nonton film This Is It - film dokumenter rehearsal Michael mempersiapkan konser terakhirnya yang rencananya akan diadakan di Arena o2 London.Setuju dong kalau gue bilang filmnya keren? Yang berkesan buat gue sih dokumentasi yang memperlihatkan bagaimana Michael benar-benar turun tangan memberikan semua arahan di setiap detail dari konsernya. Semua cue ada di dia lho,mulai dari kapan drum harus mulai, kapan berhenti, kapan harus silent selama beberapa detik, kapan dancernya harus turun, bagaimana dia mengarahkan panggung and every detail of his concert elements. He had strong taste in creating an amazing entertainment (not just music).

Kenapa ya MJ bisa segitunya? bahkan kalau kita lihat, dia sangat perfeksionis dan terlihat seperti ‘manusia ajaib’ dengan segala keanehan dan kenyentrikannya

Udah baca buku Outliers – karangan Malcolm Gladwell? Disitu dibahas, faktor-faktor apa aja yang bisa membuat seseorang menjadi Outliers – orang-orang yang sangat sukses. Nah gue inget satu bab menarik yang judulnya Kaidah 10.000 jam.  Pernah kepikiran gak, sebenernya orang-orang yang sangat sukses itu sudah melatih diri mereka jauh lebih sering dari orang lain pada umumnya?

Contoh 1
The Beatles

beatles

Selama tahun 1960 – 1962 mereka bolak balik ke Hamburg buat manggung di  club-club disana. Kalau ditotal, mereka sebenarnya sudah manggung selama 270 malam dengan waktu minimal 5 jam dalam jangka waktu setengah tahun. Saat mereka sukses tahun 1964, kira-kira mereka udah berlatih manggung selama 1,200 kali.  Hingga saat ini, belum ada  band yang pernah naik panggung sesering The Beatles dan dengan kata lain belum ada yang ‘berlatih manggung’ sekeras The Beatles.

Contoh 2
Bill Gates

bill gates

Gates adalah putra pengacara kaya dan ibunya bankir terkenal. Gates disekolahkan di Lakeside, sekolah swasta anak-anak keluarga kaya di Seattle. Di pertengahan tahun kedua Gates bersekolah, sekolah itu mendirikan klub komputer dan membeli komputer tipe ASR-33 yang bisa digunakan bersama-sama dan terhitung amat canggih pada masa itu. Sejak itu, Gates menghabiskan hidupnya dalam ruangan klub komputer. Saat Gates keluar dari Harvard setelah tahun kedua dan mencoba mendirikan perusahan, sesungguhnya ia telah berlatih membuat program secara non stop 7 tahun lamanya dan sudah melatih dirinya lebih dari 10,000 jam.

Sekarang balik ke Michael Jackson.

micheal
Michael mulai masuk dunia entertainment dari usia 6 tahun di acara pencarian bakat di Gary Indiana. Dari situ, tahun 1964 nama Jackson 5 melejit, dan Michael kecil adalah lead vocalnya. Michael mulai solo karir dengan singlenya tahun 1971 “Got To Be There”. Tahun 1983, Michael menandatangani hak cipta untuk dance fenomenalnya moonwalk. kalau kita hitung-hitung, Michael sesungguhnya sudah berlatih dalam dunia entertainment dan musik selama kurang lebih 33 tahun (minus 12 tahun vakum) hingga akhir hidupnya. Kebayang gak, berapa jam yang sudah dia habiskan untuk melatih dirinya menjadi seorang entertainer. Dan apa yang dia dapat? 13 Grammy Awards, dua kali masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame, Guinness World Records—sebagai “Most Successful Entertainer of All Time” dan penjualan rekamannya menjadi terlaris sepanjang masa dengan berhasil menjual sekitar 750 juta kopi. Rasanya pantas kalau dia mendapat gelar King of Pop dan jadi salah satu legend dalam dunia musik dan entertainment. Kenapa? karena memang sebenarnya dia telah berlatih lebih keras dan lebih sering dari musisi dan entertainer pada umumnya.

Michael Jackson, Bill Gates and The Beatles are the outliers.
The question now : if you want to be one of the outliers, are you willing to practice as hard as they are?

  • Share/Bookmark
Momoye Mereka Memanggilku
Oct 31st, 2009 by Miranti

Category : Non-Fiction, True Story
Author : Eka Hindra dan Koichi Kimura

Momoye mereka memanggilku

It’s an awesome book, terutama buat kita para perempuan, bikin sadar betapa beruntungnya kita hidup pasca kemerdekaan.

It’s a true story about Ibu Mardiyem, korban penjajahan Jepang yang kejam banget. Secara terstruktur kekaisaran Jepang membuat sistem perbudakan seksual di negara2 yang dijajahnya, salah satunya Indonesia. Bayangin dong.. Bu Mardiyem di umur 13 tahun dibo’ongin dan dibawa ke rumah bordil (asrama Telawang kamar no 11) daerah Kalimantan dan dikasih nama Momoye. Dipaksa ngelayanin tentara tingkat rendah di siang sampe sore, lanjut tentara tingkat tinggian non stop sampe pagi buta…I mean.. there’s no humanity at all!

Bu Mardiyem bahkan sempat hamil dan memasuki usia  5 bulan dipaksa buat digugurin, abis itu digebukin, ditendang,disiksa… banyak detail kejadian di buku ini yang diceritain apa adanya, mulai dari sisi sadisnya, penjajahannya, naifnya hingga unsur mistispun terasa.

Yang paling bikin sedih, karena perjuangan para korban perbudakan seksual ini kerap kali enggak dianggap sama bangsanya sendiri, malah dianggap perempuan gak bener padahal kita gak tau bagaimana kisah mereka bisa kejebak di rumah bordil .. berdasarkan buku ini, hingga kini mereka masih berjuang mendapatkan permintaan maaf resmi dan ganti rugi dari pemerintahan Jepang (gak cuma Indonesia, ada juga Cina, Filipina dan negara-negara lain)

Dan memprihatinkannya lagi, berbeda dengan negara Filipina yang sudah didukung sepenuhnya sama pemerintah mereka, perjuangan Ibu Mardiyem enggak dianggep dan didukung sama pemerintah Indonesia sendiri. Pernah juga pemerintah Jepang melalui yayasannya memberikan sumbangan uang untuk para korban melalu salah satu menteri.. dan uang itu enggak sampe ke tahan yang berhak!. Kadang kepikiran, apakah bangsa ini memang suka menjajah bangsanya sendiri?

  • Share/Bookmark
Fun while working or working for fun?
Oct 27th, 2009 by Miranti

Working is working. But nobody said we can’t having fun while working (which is so true!). During job assignment in Bali plaN your adventour , here are my 5 top list of having fun :

1. Sea Walker
If you haven’t try this, try it! It’s pretty cool. As stated in the name, Sea Walker means we are walking at the bottom of the sea, wearing this big oxygen helmet which is quite heavy. But that’s nothing compared to all beauty you’ll see. Yes! you’ll see those fishes and coral .You can give food so the fish will come to you. The Sea Walker last for less than 30 minutes. And if you want pics like I have below, you need to pay around IDR 115,000 (hahahaha yes..i know that is da** so expensive!)

M0024983

2.Kecak Dance
I always love Bali culture, especially the dances. I love seeing kecak dance at monkey forest Ubud with the sunset background. It’s amazingly pretty. This time, we hired a complete team of Kecak dancer to entertain the winners during the dinner. I still prefer seeing their performance at Ubud tough.

kecak

3. Taking Pictures
This is my first trial using Canon D50. At the last day, we went to Dreamland to see the sunset. It was pretty. I saw this cute little girl and her dad playing on the beach. For more photos, you can check on my Flickr.

IMG_0370_c

4. Delicious Seafood
I’m a seafood lover! Always go to Jimbaran in Bali!. It was the dinner on the second day and I ate crabs like crazy. The food from the winner’s cooking class also yummy!

16

5. Yoga by the beach
I’m not really into Yoga, but to replace one of the media person, I joined the female team for Yoga class in the morning. My plus points will be the Yoga teacher and the sea view. I mean, imagine doing Yoga with the sound of the sea wave. Marvelous.

IMG_0093

  • Share/Bookmark
The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference
Oct 10th, 2009 by Miranti

Category : Non-Fiction, Social Epidemics
Author : Malcolm Gladwell

National Bestseller
– a must read book!

tipping poin

I heart this book. Berikut review singkatnya, diambil dari blog lama yang ditulis 06 Okt 08.
——————————————————————————————-

Baru-baru ini I just read the Tipping Point, sebenernya udah ada basi siy secara bukunya kluaran tahun 2000, but as stated in its cover as National Bestseller.. it is a good book indeed.

Intinya buku ini ngebahas tentang epidemik dan fenomena.. on how little things can make a big difference.. to create word of mouths.. to create buzz and hip on something.Salah satu faktor yang disebutkan sama si Malcom Gladwell ini adalah The Law of the Few. Mereka inilah orang-orang terpilih dan jumlahnya gak banyak (bukan mayoritas) yang bisa membuat atau mendorong something itu menjadi hip atau trend. Hahaha let’s see if you are lucky enough to be one of them =)

Connectors : they are the kinds of people who know lots of people, who knows everyone. Kebanyakan dari kita tau / kenal dengan orang tipe gini. Mereka adalah orang yang punya keahlian untuk berteman tapi bukan yang sok kenal dan berusaha keras untuk punya banyak teman. Connectors is more like observers, dengan manner and have that kind of skill of being liked by people.They simply like meeting new people, making friends,interact with people and maintain good relationship with them.Malcom ngegambarin misalnya kalau kita naik pesawat dan duduk di sebelah Connectors, penerbangan engga akan berasa karena obrolan sama connectors bisa ngebawa kita ke dunia yang amat menarik and you will amaze on how time goes by so quickly! Connectors are the SOCIAL GLUE.

whisper

Maven : arti maven sebenernya adalah ‘accumulate knowledge’. Sesuai dengan artinya, merekalah orang-orang yang  punya banyak informasi penting, tempat  kita bertanya tentang hal2 baru. Maven disini bukan sekedar mereka yang punya banyak informasi, but also person who share information to other people to help them.They know things that the rest of us don’t. They read more magazines, newspapers than the rest of us. Malcom mengibaratkan Mavens dengan kalau orang lain yang ngasih saran, you might take it or not. But if Maven gave you advice, you would always take it.Maven is more like DATA BANKS. Kind of people you will run too for latest informations and advice.

Salesman : mereka adalah orang2 yang punya skill untuk membujuk,they have something powerful, CONTAGIOUS and irresistible that makes people want to agree with them. It’s like energy,enthuasiasm, charm,likeability. Mereka punya kekuatan untuk membawa orang lain ngikutin pemikirannya, dictate them into their rhythms and mastering the interaction.

Tiga tipe orang inilah yang disebutkan memegang kunci penting untuk menciptakan Buzz..Hip.. Word of Mouths

So .. are you one of them??

  • Share/Bookmark
100 Leo’s Wit & Wisdom from Leo Burnett
Oct 9th, 2009 by Miranti

Category : Non-Fiction
Author : Leo Burnett Company, Inc

I like to read quotes. Think they are simply meaningful and beautiful.

Ini adalah quotesnya Leo Burnett, yang diambil dari bukunya 100 Leo’s Wit & Wisdom. Most of it talks about ideas, ads, and life. These are my fav-  I”ve put them as well in my favorite quotes box so you can check it there. Kalau pergi ke kantornya, you can see some of it written on the office wall.

LB book

“When you reach for the stars you may not quite get one,but you won’t come up with handful of mud either”

“Rarely have I seen any really great advertising created without a certain amount of confusion, throw-aways,bent noses,irritation and downright cursedness”

“Curiosity about life in all of its aspects,I think,is still the secret of great creative people”

“There is a paradise of improvement awaiting us if we search hard enough for it”

“Ideas alone enable a man to survive and flourish”

“Growing pains sometimes may seem unbearable, but believe me they are nothing compared with the pain of shrinking or the pain of standing still”

“Good ad doesn’t just circulate information.It penetrates the public mind with desire and belief”

“Creative ideas flourish best in a shop which preserves some spirit of fun.Nobody is in the business for fun, but that does not mean there cannot be fun in business”

“Reaching for the stars ‘may sound a little naive,but it is  thought in which I passionately believe;and maybe the world could use a little more naivete of that kind”

  • Share/Bookmark
»  Substance: WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa